Selasa, 28 Februari 2017

BAB 1 Implementasi Pendidikan Akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan



BAB 1
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Pendidikan akhlak dalam Al-Qur’ân, salah satunya dapat diambil dari pemahaman terhadap surat al-Alaq ayat 1-5, yang secara tekstual menyatakan perbuatan Allah SWT. dalam menciptakan manusia sekaligus membebaskan manusia dari kebodohan.[1]
Akhlak menjadi sesuatu yang sangat penting dan berharga bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara, sudah tentu etika yang baik dan mulia (akhlaqul karimah). Mengingat dengan etika akan membentuk watak bangsa yang berkarakter dan memiliki jati diri. Pada masa Presiden Soekarno ketika itu, dalam setiap kesempatan senantiasa mengingatkan tentang arti pentingnya “nation and character building (pembangunan bangsa dan karakter)”, karena dengan memiliki karakter, suatu bangsa akan dihargai dan diperhitungkan oleh bangsa manapun di dunia ini.[2]
Akhlak yang juga merupakan fondasi yang kokoh bagi terciptanya hubungan baik antara hamba dengan Allah SWT, antara hamba dengan sesama, dan antara hamba dengan lingkungan serta antara jiwa hamba dan raganya sendiri. Akhlak yang mulia tidak lahir berdasarkan keturunan atau terjadi secara tiba-tiba. Akan tetapi, membutuhkan proses panjang, yakni melalui pendidikan akhlak.
Dengan demikian, pendidikan akhlakul karimah merupakan suatu tindakan yang berhubungan dengan tiga unsur yang sangat penting, yaitu sebagai berikut:[3]
1.         Kognitif, yang mana pengetahuan dasar manusia melalui potensi intelektualitasnya.
2.         Afektif, yang mana pengembangan potensi akal manusia melalui upaya menganalisis berbagai kejadian sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan.
3.         Psikomotorik, yaitu pelaksanaan pemahaman rasional ke dalam bentuk perbuatan yang kongret.
Ibn Maskawaih telah mengisyaratkan bahwa tujuan pendidikan adalah terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia, yang disebutnya isabah al-khuluq as-syarif, yakni pribadi yang mulia secara substansial dan essensial, bukan kemuliaan yang terporal dan aksidental, seperti pribadi yang materialistis dan otokratis.[4]
Kemudian pendidikan akhlak yang dibangun secara terus-menerus akan lebih kuat mewujudkan tujuan kehidupan sosial meskipun dalam kenyataannya, kehidupan tidak berjalan mulus, selalu ada perilaku menyimpang, yaitu suatu perilaku yang diekspresikan oleh individu atau kelompok yang secara sadar atau tidak disadari, tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku. Dengan cara mengawasi dan memperhatikan tingkah laku putra-putri dan anak didik yang menjadi tanggung jawab kita semua melalui penanaman tingkah laku yang baik secara lahir di lubuk hati mereka dan menjauhkan mereka dari tingkah laku yang tercela agar mereka menjadi orang yang terdidik dan beradab, yang berguna bagi nusa dan bangsa.[5]
Kepala madrasah MTs Nurul Islam menuturkan bahwa permasalahan pelajar dari hari ke hari mengalami peningkatan. Akhlak pelajar juga semakin menghawatirkan. Contohnya bolos sekolah padahal dari rumah pamit untuk berangkat sekolah tapi tidak sampai di sekolah, berani pada guru di sekolah, berkelahi antar teman, pengrusakan sarana prasarana sekolah dan pacaran. Banyak pula pelajar laki-laki dan perempuan berpegangan tangan padahal bukan muhrim, gaya berpakaian ala barat yang ketat serta memperlihatkan bentuk tubuh. Hal ini tidak sesuai dengan ajaran agama, terlebih hal berakhlak dalam kehidupan sehari-hari.[6]
Kemudian pada awal observasi penelitian, peneliti menemukan beberapa permasalahan yang berkenaan dengan akhlak antara lain: masih banyak pelajar yang bercanda dan bersenda gurau saat melaksanakan ibadah baik dalam melaksanakan shalat maupun berdo’a, tidak disiplin waktu dalam belajar, masih ada pelajar yang tidak rapi dalam berpakaian, masih ada pelajar yang tidak bisa menghormati teman sejawatnya, masih ada pelajar yang membuang sampah tidak pada tempatnya, masih banyak pelajar yang tidak ikut serta dalam perawatan tanaman bunga yang ada di lingkungan madrasah melainkan memetik bunga seenaknya sendiri.[7]
Sebagaimana hasil wawancara dengan salah satu guru mapel Ta’lim (Akhlak dalam belajar) di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan mengatakan bahwa:
“banyak dari pelajar MTs Nurul Islam Krapyak yang belum dapat memahami dan mengaplikasikan isi kandungan akhlak pelajar yang ada.”[8]

Dari data di atas penulis akan meneliti tentang implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, yang mana tesis ini sebagai kajian ilmiah di bidang pendidikan agama Islam yang lebih menekankan dalam hal tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi pendidikan akhlak pelajar di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan pokok yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.    Bagaimana implementasi (tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi) pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan ?
2.    Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat proses implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan ?
C.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh jawaban dari beberapa permasalahan di atas, yaitu :
1.    Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kritis tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
2.    Untuk mendeskripsikan dan menganalisis kritis faktor yang mendukung dan menghambat proses implementasi pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan berguna sebagai sumbangan pemikiran bagi perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pendidikan agama Islam yang berkenaan dengan pendidikan akhlak dan sekaligus penambah hasanah perpustakaan perguruan tinggi.
Sedangkan Kegunaan penelitian ini adalah :
1.    Secara Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan, informasi dan cakrawala ilmu yang berkenaan dengan kependidikan sebagai referensi yang berupa bacaan ilmiah dan khususnya dalam hal pengajaran dan mengimplementasikan pendidikan akhlak .
2.    Secara Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam memberikan informasi dan sumbangan pemikiran bagi penulis, para pemerhati pendidikan, baik kalangan pengajar maupun masyarakat dalam mendidik dan membina akhlak pelajar.
Lebih khususnya bagi guru aqidah akhlak dan ta’lim agar bisa menjadi bahan evaluasi untuk penerapan pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan. Sedangkan bagi madrasah, diharapkan bisa menjadi tolak ukur dalam upaya meningkatkan pendidikan akhlak pelajar di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.

D.      Kajian Pustaka
Adapun penelitian yang memiliki relevansi dengan penelitian yang akan penulis lakukan di antaranya sebagai berikut:
1.    Penelitian yang dilakukan oleh Rohimin (2052113010) tahun 2015 dalam tesisnya yang berjudul: “Implementasi Pendidikan Akhlak di SMA Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk pendidikan akhlak di SMA Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang terbagi menjadi dua yaitu terintegrasi dalam mata pelajaran PAI dan PKn serta dalam pembiasaan keteladanan para guru. Adapun materi pendidikan akhlaknya dengan membiasakan akhlak terpuji dan menghindari perilaku tercela serta membiasakan 3S (Senyum, Salam, dan Sapa). Sedangkan metode yang dipakai yaitu metode ceramah, tanya jawab, praktik, pembiasaan dan keteladanan. Kemudian evaluasinya dengan unjuk kerja dan tes tertulis serta peningkatan kedisiplinan melalui bimbingan konseling dan periksaan barang bawaan siswa.[9]
2.    Penelitian yang dilakukan oleh Musono (2052113008) tahun 2015 dalam tesisnya yang berjudul: “Pendidikan Akhlak Peserta Didik di MTs Muhammadiyah Batang”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan datanya yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif dengan teknik berfikir induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan akhlak di MTs Muhammadiyah Batang secara garis besar mencakup tiga sasaran yaitu akhlak terhadap Allah SWT, akhlak terhadap manusia dan akhlak terhadap lingkungan. Dalam pembentukan akhlak perlu adanya pendidikan Islam yang mengarahkan akhlak tersebut.[10]
3.    Penelitian yang dilakukan oleh Eri Hendri Kusumo dalam tesisnya yang berjudul: “Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 02 Kota Baru”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dikategorikan penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah pengembangan potensi siswa, sebagai bekal berupa ketrampilan. Adapun nilai-nilai karakternya yaitu karakter disiplin, bertanggung jawab, dan bekerja sama. Nilai-nilai pada setiap kegiatan ekstrakurikuler secara psikologis sebagai hasil keterpaduan yaitu: olah hati, karakter yang dikembangkan berupa peduli lingkungan dan sosial, hidup sehat, disiplin, bertanggung jawab dan berjiwa Qur’ani.[11]
4.    Syarifah dalam tesisnya yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak Dalam Kalangan Pelajar Sekolah Menegah Umum (SMU) di Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak kalangan pelajar di Kota Medan ialah pemberian pendidikan agama yang cukup, peran ibu bapak, peranan media massa, dan mengisi waktu luang dengan perkara-perkara yang berfaidah.[12]
5.    Penelitian yang dilakukan oleh Naili Qurrotul Aina dengan judul; “Implementasi Pendidikan Akhlak Anak Di Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT. MFI Pekalongan Di Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang”, penelitian ini membahas tentang pendidikan akhlak dalam keluarga karyawan PT MFI Pekalongan dengan menggunakan metode pendekataan kepustakaan (library research) dan teknik pengumpulan datanya dengan wawancara, observasi dan dokumentasi, teknik analisisnya dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pendidikan akhlak yang dilakukan oleh keluarga karyawan PT. MFI Pekalongan terhadap anak dalam kehidupan sehari-harinya dengan tujuan selamat di dunia dan akhirat. Materi pendidikan yang diajarkan adalah membiasakan anak untuk sholat, puasa, berperilaku yang baik, jujur, suka tolong menolong, dan patuh kepada orang tua dan membuang sampah pada tempatnya.[13]
6.    Penelitian yang dilakukan oleh Uun Fatkhunaji dengan judul tesis; “Implementasi Pendidikan Akhlak untuk Anak dalam Keluarga Guru PNS Di Desa Pegandon Karangdadap Pekalongan”, penelitian ini membahas tentang pendidikan akhlak anak dalam keluarga guru PNS di desa Pegandon Karangdadap Pekalongan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode wawancara dalam pengambilan datanya. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya potret keberagaman guru PNS di Desa Pegandon di karangdadap pekalongan pada kategori cukup baik dan adanya peran orang tua dalam proses mengimplementasikan pendidikan akhlak di Desa Pegandong Karangdadap Pekalongan.[14]
7.    Penelitian yang dilakukan oleh Iliyaturrochimah dengan judul tesis; “Implementasi Metode Keteladanan dalam Pendidikan Akhlak Siswa MI Islamiyah Pretek Pecalungan Batang”, yang mengkaji tentang implementasi metode keteladanan dalam pendidikan akhlak siswa MI Islamiyah dengan pendekatan kualitatif yang memakai wawancara, observasi dan dokumentasi dalam pengambilan datanya. Hasil penelitian ini yaitu adanya penggunaan metode keteladanan yang dimulai dari dewan guru sebagai figur yang baik sehingga siswa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan MI Islamiyah Pretek Pecalungan.[15]
Untuk memudahkan dalam memahami persamaan dan perbedaan penelitian yang relevan dengan penelitian penulis, maka dibuatlah tabel sebagai berikut:
Tabel 1.1
Persamaan dan Perbedaan (Orisinalitas Penelitian)
No
Peneliti (Judul)
Persamaan
Perbedaan
1
Rohimin (Implementasi Pendidikan Akhlak di SMA Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang)
Tema tentang implementasi pendidikan akhlak pelajar, merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan yaitu dokumentasi, wawancara dan observasi.
Analisis data peneliti yaitu teknik deskriptif analisis kritis, sedangkan Rohimin memakai teknik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Rohimin di SMA N 1 Comal. Fokus kajian peneliti yaitu implementasi (tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi) pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Keapyak, sedangkan Rohimin fokus pada bentuk, materi, metode dan evaluasi pendidikan akhlak di SMA N 1 Comal.
2
Musono (Pendidikan Akhlak Peserta Didik di MTs Muhammadiyah Batang)
Tema penelitian tentang pendidikan akhlak peserta didik di MTs. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan datanya juga sama.
Analisis data peneliti yaitu teknik deskriptif analisis kritis, sedangkan Musono memakai teknik analisis data deskriptif dengan teknik berfikir induktif. Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Musono di MTs Muhammadiyah Batang. Fokus kajian peneliti yaitu implementasi pendidikan akhlak sedangkan Syarifah fokus pada sasaran pembentukan akhlak di MTs.
3
Eri Hendro Kusumo (Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 02 Kota Baru)
Tema penelitian tentang implementasi pendidikan perilaku. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.
Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Eri Hendri Kusumo di SMA N 02 Kota Baru. Fokus kajian peneliti yaitu implementasi pendidikan akhlak sedangkan Eri Hendri Kusumo fokus pada Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler.
4
Syarifah (Faktor-Faktor  Yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak Dalam Kalangan Pelajar Sekolah Menegah Umum  (SMU) di Kota  Medan)
Tema penelitian tentang akhlak dalam kalangan pelajar. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif.
Analisis data peneliti yaitu teknik deskriptif analisis kritis, sedangkan Syarifah memakai teknik analisis deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Syarifah di Sekolah Menengah Umum (SMU) Kota Medan. Fokus kajian peneliti yaitu implementasi pendidikan akhlak sedangkan Syarifah fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pelajar SMU di Kota Medan.
5
Naili Qurrotul Aina dengan (Implementasi Pendidikan Akhlak Anak Di Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT. MFI Pekalongan Di Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kab. Batang)
Tema penelitian tentang pendidikan akhlak. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Fokus kajian pada  implementasi pendidikan akhlak.
Analisis data peneliti yaitu teknik deskriptif analisis kritis, sedangkan Naili teknik analisisnya dengan teknik analisis deskriptif. Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Naili pada Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT. MFI Pekalongan di Desa Sidorejo Kec. Warungasem Kab. Batang.
6
Uun Fatkhunaji (Implementasi Pendidikan Akhlak untuk Anak dalam Keluarga Guru PNS Di Desa Pegandon Karangdadap Pekalongan)
Tema penelitian tentang pendidikan akhlak. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Fokus kajian pada  implementasi pendidikan akhlak.
Teknik pengumpulan data peneliti yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan Uun dengan wawancara saja. Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Uun yaitu anak dalam keluarga guru PNS di Desa Pegandon Karangdadap Pekalongan.
7
Iliyaturrochimah (Implementasi Metode Keteladanan dalam Pendidikan Akhlak Siswa MI Islamiyah Pretek Pecalungan Batang)
Tema penelitian tentang pendidikan akhlak. Jenis penelitian yaitu penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi, interview dan observasi
Objek penelitian yang peneliti lakukan di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalonga sedangkan Iliyatur di Siswa MI Islamiyah Pretek Pecalungan Batang. Fokus kajian peneliti yaitu implementasi pendidikan akhlak sedangkan Iliyatur fokus pada implementasi metode keteladanan dalam pendidikan akhlak siswa MI Islamiyah Pretek.
Sedangkan tesis yang penulis susun lebih pada implementasi pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam yang meliputi; perencanaan (tujuan, materi, metode), pelaksanaan (peran guru, teknik dan media), dan evaluasi dalam pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.

E.       Kerangka Teoritik
1.    Kajian Teori
Sebagaimana pengertian akhlak yang telah dinukil oleh Muchson dan Samsuri, bahwa Al-Ghazali mengemukakan pengertian akhlak, sebagai padanan kata moral, sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya.[16]
Selain itu menurut Ibn Miskawaih yang dikenal sebagai pakar bidang akhlak mengatakan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.[17] Sedangkan teori pendidikan akhlak menurut Al-Khatib Al-Baghdadi; bahwa akhlak sebagai sesuatu yang sangat penting. Bahkan akhlak dijadikannya sebagai inti dan sekaligus identitas kehidupan.[18]
Kemudian aspek-aspek pendidikan menurut Ibn Taimiyah adalah; pertama, dilihat dari ruang lingkup belajar, tujuan pendidikan yang harus dirumuskan dalam tiga mantra capaian, yaitu kognitif (penguasaan ilmu), afektif (penguasaan akhlak), dan mantra psikomotorik (penguasaan ketrampilan). Kedua, dilihat dari segi pola mengajar.[19]
Agama  Islam mempunyai tiga cabang yang saling berkaitan, yaitu akidah, syariat, dan akhlak. Akhlak hendaknya menciptakan manusia sebagai makhluk yang tinggi dan sempurna, dan membedakannya dengan makhluk-makhluk lainnya. Akhlak hendak menjadikan orang berakhlak baik, bertindak tanduk yang baik terhadap manusia, terhadap sesama makhluk, dan terhadap Tuhan.
Harkat manusia ditentukan oleh akhlaknya. Akhlak  yang  sudah membentuk menjadi kepribadian akan memberikan jati diri yang agung. Jati diri tidak terbentuk dengan sendirinya, tetapi perlu adanya langkah-langkah untuk mengukirnya. Mengukir jati diri di waktu kecil seperti mengukir batu, butuh ketekunan tetapi hasilnya kukuh hingga  akhir hayat.[20]
Dalam berakhlak, manusia memiliki penggerak utama bagi kesadarannya, yaitu kesadaran yang membangkitkan seluruh potensial kreativitas manusia. Pembentukan akhlak manusia dalam kesadarannya ditopang oleh potensi akal atau rasio yang menggerakkan eleksitas perbuatan baik atau buruk.[21]
Hal ini dikarenakan, kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting, sebagai individu maupun masyarakat dan bangsa, sebab jatuh bangunnya suatu masyarakat tergantung kepada bagaimana akhlak masyarakatnya. Apabila akhlaknya baik, maka sejahteralah lahir dan bathinnya, apabila akhlaknya rusak, maka rusaklah lahir dan bathinnya.
Kejayaan seseorang terletak pada akhlaknya yang baik, akhlak yang baik selalu membuat seseorang menjadi aman, tenang dan tidak adanya perbuatan yang tercela. Seseorang yang berakhlak mulia selalu melaksanakan kewajiban-kewajibannya. Dia melakukan kewajiban terhadap dirinya sendiri yang menjadi hak dirinya, terhadap Tuhan yang menjadi hak Tuhannya, terhadap makhluk lain, dan terhadap sesama manusia.[22]
2.    Kerangka Berpikir
Menghadapi semua permasalahan tersebut peran orang tua dan guru sangatlah penting di samping kesadaran dari para pelajar itu sendiri. Sebagai orang tua, memberikan perhatian dan kasih sayang adalah suatu keharusan, karena anak tidak sekedar butuh materi tetapi juga perlindungan dan kasih sayang orang tua sebagai penggerak semangat dikala putus asa. Sedangkan guru adalah pendidik dan pembimbing bagi anak didiknya untuk memiliki budi pekerti dan akhlak yang baik, karena yang dibutuhkan pelajar tidak hanya butuh pelajaran dari gurunya tetapi juga keteladanan yang baik dari gurunya. Selain itu, menurunnya moral bangsa yang  disebabkan minimnya figur panutan. Juga disebabkan  kelemahan generasi muda seperti kami ini yang tak banyak menguasai bahasa Arab. Sehingga tidak mampu membaca teks klasik yang sebenarnya terdapat banyak poin akhlak dalam kehidupan.
Oleh sebab itu, pendidikan akhlak diperoleh dengan meneladani sifat Rasulullah karena beliau adalah uswatun khasanah. Perbaikan akhlak melalui beberapa tahap, yaitu takhalli (pengosongan diri dari sifat-sifat tercela), tahalli (pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji), dan tajalli (mendekatkan diri pada Allah). Sehingga dalam hal ini, diperlukan seorang guru atau mursyid untuk membimbing murid dalam menapak jalan spiritual.[23]
Sebagai alternatif yang bersifat preventiv, pendidikan diharapakan dapat mengembangkan kualitas generasi muda bangsa ini dalam berbagai aspek, serta dapat memperkecil dan mengurangi penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa.
Rounded Rectangle: NilaiSebagaimana yang dinukil oleh Sutarjo Adi Susilo dalam bukunya yang berjudul; Pembelajaran Nilai-Karakter (Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif), disebutkan bahwa skema hubungan nilai-nilai pendidikan akhlak/ nilai/ sikap, tingkah laku dan kepribadian seseorang menurut Yvon Ambroise:













Rounded Rectangle: Kepribadian seseorang/ kelompok
 







Nilai menjadi acuan dalam menentukan sikap, dan sikap menjadi acuan dalam bertingkah laku.[24]
Melalui pendidikan akhlak yang diinternalisasikan di berbagai tingkat dan jenjang pendidikan, diharapkan krisis karakter bangsa ini bisa segera diatasi. Lebih dari itu, pendidikan akhlak sendiri merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Menurut pasal 1 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) tahun 2003, disebutkan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 ini, dimaksudkan agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas namun juga, berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.[25]
Untuk memudahkan dalam memahami kerangka berpikir dari penelitian ini, penulis membuat bagan gambar sebagai berikut:
Oval: Guru
























Oval: Prota, Promes, Silabus, RPP

Oval: KBM dengan Siswa


Oval: Guru mengevaluasi hasil KBM/Partisipan Siswa
Oval: Kepribadian seseorang/kelompok yang telah menjadi kebiasaan



Dalam bagan gambar tersebut seorang guru pada langkah awalnya yaitu melakukan perencanaan dengan membuat prota, promes, silabus, RPP yang didalamnya berisi materi, metode, media, dan komponen-komponen lain yang ada di konsep RPP tersebut. kemudian RPP itu dijadikan sebagai landasan dalam menyampaikan nilai-nilai pendidikan akhlak  sesuai dengan kondisi sehingga dapat meresap kepada pola sikap/kepribadian akhlak pelajar yang diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi kebiasaan akhlak yang baik, sungguhpun demikian seorang guru masih tetap melakukan evaluasi terhadap hasil implementasi atau aplikasi yang telah dilakukan oleh pelajar baik akhlak yang baik maupun akhlak yang buruk.

F.       Metode Penelitian
Metode penelitian adalah jalan atau cara yang ditempuh untuk melukukan kegiatan penelitian yang mencakup:
1.    Desain Penelitian
a.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini yaitu penelitian lapangan (field research), yang merupakan kegiatan penelitian yang dilakukan di lingkungan masyarakat tertentu, baik di lembaga dan organisasi kemasyarakatan maupun lembaga pemerintah, dengan cara mendatangi rumah tangga, perusahaan-perusahaan, dan tempat-tempat lainnya.[26]
Dalam hal ini berupaya untuk mendeskripsikan dan menganalisis kritis tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi pendidikan akhlak dalam menyelesaikan persoalan akhlak pelajar di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
b.   Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yang merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami dan dilakukan di lapangan.[27] Dengan pendekatan tersebut, penulis akan mendapatkan suatu gambaran mengenai bagaimana tujuan, materi, metode, proses dan evaluasi pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan serta faktor yang mendukung maupun menghambat implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
2.    Sumber Data Penelitian
a.    Sumber Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subyek penelitian dengan menggunakan alat pengukur atau pengambilan data langsung pada sumber objek sebagai sumber informasi atau yang merupakan sumber data yang diperoleh dari sumber utama.[28] Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data primer adalah guru mata pelajaran aqidah akhlak dan mapel Ta’lim (Tanbīhul Muta’allim) serta  peserta didik di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
b.   Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber data yang diperoleh dari sumber pendukung.[29] Sumber data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada.[30]
Adapun sumber data sekunder dalam penelitian ini antara lain; kepala madrasah, wakasek kurikulum, wakasek pengembangan dan sapras, wakasek kesiswaan, guru PKn, guru BK, kepala TU dan Stafnya di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
3.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara yang dipakai dalam mengumpulkan data, data yang terkumpul digunakan sebagai bahan analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
a.    Metode Dokumentasi
Teknik pengumpulan datanya menggunakan cara dokumentasi. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, tetapi melalui dokumen.[31] Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dari  dokumen-dokumen seperti buku-buku yang ada di perpustakaan. Selain itu, teknik ini juga digunakan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan gambaran umum MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan seperti tentang sejarah berdirinya, profil, struktur organisasi, data pendidik Ta’lim, data pelajar, sarana prasarana dan foto-foto kegiatan pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
b.   Metode Observasi
Observasi merupakan teknik pengamatan dan pencatatan sistematis dari fenomena-fenomena yang diselidiki.[32] Metode ini dilakukan dengan mengamati peran guru dalam kegiatan pendidikan akhlak dan aktivitas akhlak peserta didik baik di dalam kelas maupun di luar kelas yaitu lingkungan madrasah MTs Nurul Islam sehingga mengahsilkan data yang valid.
c.    Metode Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan kepada responden dan mencatat atau merekam jawaban-jawaban responden.[33] Metode ini digunakan untuk mengungkapkan data di antaranya; tujuan, materi, metode, proses, dan evaluasi pendidikan akhlak, serta faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, yang mana metode ini pada pelaksanaannya ditujukan kepada guru mata pelajaran aqidah akhlak dan mapel Ta’lim (Tanbīhul Muta’allim), peserta didik serta kepala madrasah, wakasek kurikulum, wakasek pengembangan dan sapras, wakasek kesiswaan, guru PKn, guru BK, kepala TU dan Stafnya di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
4.    Teknik Analisis Data
Untuk mendapatkan hasil yang relevan dengan data yang didapatkan, maka diperlukan ketelitian dan kejelian dalam menganalisis data. Analisis data yaitu mengelompokkan, membuat suatu urutan manipulasi, serta menyingkat temuan data sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami oleh pembaca dari kalangan manapun.
Dalam hal ini, teknik analisis yang digunakan adalah teknik deskriptif analisis kritis, yang menekankan analisisnya dalam bentuk kata-kata, subyek maupun tertulis pada proses penyimpulan deduktif dan induktif serta pada analisis terhadap dinamika hubungan antara fenomena yang di amati. Dari penelitian ini akan diperoleh suatu data deskriptif yang menggambarkan suatu karakteristik mengenai bidang tertentu.[34]
Dalam hal ini, penulis menggunakan model Hubberman dan Matthew Miles yang dikutip oleh Anis Fuad dan Kandung Sapto dengan judul buku; “Panduan Praktis Penelitian Kualitatif” yang menjelaskan bahwa terdapat tiga hal utama dalam analisis data kualitatif secara interaktif, yakni reduksi data (proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tulisan lapangan, di mana reduksi data berlangsung secara terus menerus selama penelitian yang berorientasi kualitatif berlangsung), penyajian data (sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan yang terus berkembang menjadi sebuah siklus dan penyajian data bisa dilakukan dalam sebauah matrik), dan verifikasi (penarikan kesimpulan).[35]

Pengumpulan Data
 
Untuk memudahkan dalam memahami model tersebut, dapat disimpulkan melalui skema di bawah ini:


 










Sedangkan dalam melakukan uji validitas, penulis menggunakan uji validitas triangulasi sumber yaitu membandingkan dan mengecek balik sumber kepercayaan suatu informasi.[36] Dalam hal ini dapat dicapai dengan jalan antara lain:
a.         Membandingkan data hasil pengamatan kondisi lapangan di MTs Nurul Islam Krapyak dengan data hasil wawancara narasumber
b.         Membandingkan apa yang dikatakan narasumber di depan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi
c.         Membandingkan hasil wawancara narasumber dengan isi suatu dokumen yang berkaitan
G.      Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan tesis ini terdiri dari lima bab dan dari setiap bab dibagi menjadi sub-sub bab. Untuk lebih jelasnya penulis kemukakan sistematika pembahasan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan, meliputi: Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Kajian Pustaka, Kerangka Teori, Metode Penelitian, dan Sistematika Pembahasan.
Bab II Pendidikan akhlak, yang meliputi: definisi pendidikan akhlak, sumber-sumber pendidikan akhlak, tujuan pendidikan akhlak, urgensi pendidikan akhlak, macam-macam pendidikan akhlak; dan Langkah-langkah implementasi pendidikan akhlak, yang meliputi: konsep takhalli (pengosongan diri dari sifat-sifat tercela), konsep tahalli (pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji), dan konsep tajalli (mendekatkan diri pada Allah); serta konsep pendidikan akhlak tokoh-tokoh modern; kemudian, hubungan pendidikan akhlak terhadap spiritualisme, sikap, pengetahuan dan skill pelajar.
Bab III Implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, sub bab pertama membahas tentang Gambaran Umum MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan  yang meliputi; sejarah berdirinya, profil, visi dan misi, struktur organisasi, keadaan pendidik dan peserta didik serta sarana dan prasarana MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, sub bab kedua tentang Implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam yang meliputi; perencanaan (tujuan, materi dan metode), pelaksanaan (proses) yang meliputi: peran guru pendidikan akhalak, teknik pendidikan akhlak dan media pendidikan akhlak serta hasil evaluasi selama penerapan pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, sub bab ketiga tentang faktor yang mendukung dan menghambat implemetasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam, yang meliputi faktor pendukung dan faktor penghambat.
Bab IV Analisis implementasi pendidikan akhlak di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan yang meliputi; analisis perencanaan (tujuan, materi dan metode), analisis pelaksanaan (proses meliputi peran komponen dan media pendidikan akhlak), dan analisis hasil evaluasi penerapan pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, dan analisis faktor yang mendukung dan menghambat proses penerapan pendidikan akhlak  di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan.
Bab V Penutup merupakan bab terakhir yang berisi tentang simpulan dan saran-saran.









DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Perspektif al-Quran. Jakarta: Amzah.

Adi Susilo,Sutarjo. 2012. Pembelajaran Nilai-Karakter (Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ahmad Saebani, Beni dan Hamid, Abdul. 2010. Ilmu Akhlak. Bandung: Pustaka Setia.

Ali Abdul Halim Mahmud. 2004. Akhlak Mulia. Jakarta: Gema Insani Press.

Alwan Khoiri, dkk. 2005. Akhlak/ Tasawuf. Yogyakarta: Pokja Akademik UIN Sunan Kalijaga.

Azwar, Sarifuddin. 1999. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid. 2010. Ilmu Akhlak. Bandung: Pustaka Setia.

Cahya Sabiq Dhul Fahmihaq, Cahya. 2015. Pemikiran Imam al-Ghazali tentang pendidikan akhlak dan relevansinya dengan pendidikan akhlak Modern. Tesis. Perpustakaan: STAIN Pekalongan di Era.

Eri Hendro Kusumo, Eri. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 02  Kota Baru. Jurnal. Perpustakaan: UIN Malang.

Fatkhunaji, Uun. 2015. Implementasi Pendidikan Akhlak untuk Anak dalam Keluarga Guru PNS Di Desa Pegandon Karangdadap Pekalongan. Tesis. Perpustakaan: STAIN Pekalongan..

Fuad, Anis. dan Sapto, Kandung. 2014. Panduan Praktis Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Hadi, Sutrisno. 1989. Metodologi Research. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Husain Al-Habsyi. Tt. Kamus Al-Kautsar, Surabaya: Assegaf.

Iliyaturrochimah. 2015. Implementasi Metode Keteladanan dalam Pendidikan Akhlak Siswa MI Islamiyah Pretek Pecalungan Batang. Tesis. Perpustakaan: STAIN Pekalongan.
Istighfarotur Rahmaniyah. 2010. Pendidikan Etika (Konsep Jiwa dan Etika Perspektif Ibnu Miskawaih dalam Kontribusinya di bidang Pendidikan). Malang : Aditya Media.

Khasanah, Uswatun. 2016. Indahnya Hidup dengan Akhlaku Karimah, artikel dalam majalah SMAHA. Pekalongan: Majalah SMAHA.

Mahmud. 2011. Pemikiran Pendidikan Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Mahmud. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.

Maisur Sindi al-Thursidi, Ahmad. 1418 H. Tanbīhul Muta’allim. Semarang: Karya Toha Putra.

Mubarok, Achmad dan Yaqin, Syamsul. 2011. Buku  Seri  Akhlak  Mulia Mengukir Jati Diri. Bandung. PT. Imperial Bhakti Utama.

Muchson dan Samsuri, 2013. Dasar-Dasar Pendidikan Moral. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Naili Qurrotul Aina. 2014. Implementasi Pendidikan Akhlak Anak Di Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT MFI Pekalongan Di Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang, Tesis (Perpustakaan: STAIN Pekalongan.

Nur Hidayat. 2013. Akhlak Tasawuf  Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Observasi, di Madrasah Nurul Islam dan Ponpes al-Hadi serta Madrasah Diniyah al-Mubarok, Pekalongan, pada tanggal 15 Juli 2016.

Observasi, di Mushalla Nurul Islam, di ruang kelas saat belajar, dan di area lingkungan MTs Nurul Islam, pada tanggal 25 Juli 2016.

Qurrotul Aina, Naili. 2014. Implementasi Pendidikan Akhlak Anak Di Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT MFI Pekalongan Di Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang. Tesis. Perpustakaan: STAIN Pekalongan.

Soejono dan Abdurrahman. 1999. Metode Penelitian: Suatu Pemikiran dan Penerapan. Jakarta: PT, Rineka Cipta.

Surachmad, Winarno. 1993. Metode Penelitian Survey. Jakarta: LP3ES.

Umam Wibowo, Nailul. 2003. Pendidikan Tasawuf: Studi Komparatif Pemikiran al-Ghazali dan Nasr. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Suruakarta, Fakultas Agana Islam.

Wawancara pribadi kepada Bapak Safruddin, Guru Kitab Tanbīhul Muta’allim di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, Pada tanggal 23 Juli 2016, di ruang tamu.

Wibowo, Agus. 2012. Pendidikan Karakter (Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban).Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


[1] Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid, Ilmu Akhlak, (Bandung: Pustaka Setia, 2010), hlm. 16.
[2] Istighfarotur Rahmaniyah, Pendidikan Etika (Konsep Jiwa dan Etika Perspektif Ibnu Miskawaih dalam Kontribusinya di bidang Pendidikan), (Malang : Aditya Media, 2010), hlm. 2-4.
[3] Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid, op., cit., hlm. 7.
[4] Ibn Maskawaih, “Tahzib”, … hlm. 3. Dalam Ali Abdul Halim Mahmud, Akhlak Mulia, (Jakarta: Gema Insani Press, 2004). hlm. 282.
[5] Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid, op., cit., hlm. 152.
[6] Mislailatun Nikmah, Kepala MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, Wawancara, (Pekalongan, 23 Juli 2016).
[7] Kondisi Akhlak Peserta Didik di Mushalla Nurul Islam, di ruang kelas saat belajar, dan di area liangkungan MTs Nurul Islam, Observasi, (Pekalongan, 25 Juli 2016).
[8] Safruddin, Guru Mapel Ta’lim di MTs Nurul Islam Krapyak Pekalongan, Wawancara, (Pekalongan, 23 Juli 2016).
[9] Rohimin, “Implementasi Pendidikan Akhlak di SMA Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2015), hlm. iv.
[10] Musono, “Pendidikan Akhlak Peserta Didik di MTs Muhammadiyah Batang,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2015), hlm. v.
[11] Eri Hendro Kusumo, “Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kegiatan Ekstrakurikuler di SMAN 02  Kota Baru,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Malang: UIN Malang, ), hlm. xii.
[12] Syarifah,Faktor-Faktor yang mempengaruhi Pembentukan akhlak dalam Kalangan Pelajar Sekolah Menengah Umum (SMU) di Kota Medan,” Tesis, (Malaysia: Universiti Utara Malaysia, Kedah Darul Aman, 2011), hlm. 114.
[13] Naili Qurrotul Aina, “Implementasi Pendidikan Akhlak Anak Di Kalangan Keluarga Karyawan Perempuan PT MFI Pekalongan Di Desa Sidorejo Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2014), hlm. ix.
[14] Uun Fatkhunaji, “Implementasi Pendidikan Akhlak untuk Anak dalam Keluarga Guru PNS Di Desa Pegandon Karangdadap Pekalongan,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2015), hlm. x.
[15] Iliyaturrochimah, “Implementasi Metode Keteladanan dalam Pendidikan Akhlak Siswa MI Islamiyah Pretek Pecalungan Batang,” Tesis Magister Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2015), hlm. ix.
[16] Muchson dan Samsuri, Dasar-Dasar Pendidikan Moral, (Yogyakarta: Penerbit Ombak, 2013), hlm. 1.
[17] Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid, op., cit., hlm. 14.
[18] Mahmud, Pemikiran Pendidikan Islam, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2011), hlm. 297.
[19] Mahmud, ibid, hlm. 298.
[20] Achmad Mubarok dan Syamsul  Yaqin, Akhlak  Mulia Mengukir Jati Diri, (Bandung. PT. Imperial Bhakti Utama, 2011), hlm. iii.
[21] Beni Ahmad Saebani dan Abdul Hamid, op., cit., hlm. 226.
[22] M. Yatimin Abdullah, Studi Akhlak dalam Perspektif al-Quran, (Jakarta: Amzah, 2007), hlm. 1.
[23] Cahya Sabiq Dhul Fahmihaq, “Pemikiran Imam al-Ghazali tentang pendidikan akhlak dan relevansinya dengan pendidikan akhlak di Era Modern,” Tesis Pendidikan Agama Islam, (Pekalongan: STAIN Pekalongan, 2015), hlm. 12.
[24] Sutarjo Adi Susilo, Pembelajaran Nilai-Karakter (Konstruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif), hlm. 69.
[25] Agus Wibowo, Pendidikan Karakter (Strategi Membangun Karakter Bangsa Berperadaban), (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), hlm. 19.
[26] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Pustaka Setia, 2011), hlm. 31.
[27] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, ibid., hlm. 89.
[28] Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 91.
[29] Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, ibid., hlm. 91.
[30] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, op., cit., hlm. 146.
[31] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, op., cit., hlm. 168.
[32] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, loc., cit., hlm. 168.
[33] Mahmud, Metode Penelitian Pendidikan, op., cit., hlm. 173.
[34] Saifuddin Azwar, Metode Penelitian, op., cit., hlm. 5.
[35] Anis Fuad dan Kandung Sapto, Panduan Praktis Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), hlm. 63-64.
[36] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004), cet. ke 20, hlm. 331.

3 komentar: