Rabu, 06 November 2013

rumusan masalah



RUMUSAN MASALAH

1.       PENGERTIAN RUMUSAN MASALAH
Masalah berasal dari bahasa Arab yang bentuk jamaknya adalah masa’il atau problems dalam bahasa Inggris. Pada mulanya, dan dalam bentuk yang paling sederhana, masalah merupakan jarak antara yang diharapkan atau yang dikehendaki dengan yang diperoleh atau yang dirasakan. Masalah penelitian ditempatkan setelah latar belakang masalah, dan diungkapkan dalam bentuk kalimat-kalimat deskriptif.[1]
Rumusan masalah penelitian memang hanya pertanyaan. Tetapi, ia menempati posisi kunci dalam sebuah penelitian. Kalau ia tidak ada, maka penelitian tidak ada pula. Meskipun menempati posisi kedua dalam matriks penelitian, ia memberikan arah pada penelitian. Sekalipun merumuskan masalah merupakan langkah kedua dalam penelitian, rumusan masalah akan menentukan nasib penelitian. Sebagai penentu nasib penelitian, rumusan masalah menunjuk pada apa yang kelak akan dihasilkan oleh penelitian.
Rumusan masalah penelitian sendiri sebenarnya tidak selalu harus satu. Jumlahnya bisa lebih dari satu. Penentuan  jumlah ini ditentukan sendiri oleh peneliti. Hanya saja, semakin banyak rumusan masalah penelitian, maka semakin banyak waktu yang harus dihabiskan untuk meneliti. Itulah sebabnya penelitian yang memiliki rumusan masalah yang banyak lebih dihargai daripada penelitian yang memiliki satu rumusan masalah. Ini tentu saja wajar mengingat dari jumlah rumusan masalah bisa merefleksikan tingkat penghayatan peneliti terhadap tema penelitiannya.
Kendati begitu, tidak ada peraturan secara tertulis yang menyebutkan bahwa skripsi cukup memili satu rumusan masalah, tesis harus memiliki dua rumusan masalah, disertasi dan penelitian, paling tidak memiliki tiga rumusan masalah. Tidak berarti jumlah rumusan masalah yang banyak tentunya tidak selalu memiliki keuntungan bagi peneliti. Artinya, jumlah rumusan masalah penelitian lebih dari satu baru bisa memiliki keuntungan bila ia memenuhi syarat-syarat.[2]
  1. SYARAT-SYARAT PERUMUSAN MASALAH:
1.     Penelitian harus sesuai dengan minat peneliti
Apabila permasalahan atau judulnya tidak sesuai dengan minat, maka peneliti tidak  akan bergairah untuk melaksanakannya.
2.     Penelitian dapat dilaksanakan.
3.     Tersedia factor pendukung, yaitu tersedianya data sehingga pertanyaan penelitian dapat dijawab, dan ada izin dari berwewenang.
4.     Hasil penelitian bermanfaat
Bagian ini adalah yang terpenting, karena untuk apa penelitian dilakukan jika tidak menghasilkan sesuatu yang tidak bermanfaat. Dan kita meneliti sesuatu juga karena ingin menyumbangkan hasilnya untuk kemajuan ilmu pengetahuan, meningkatkan efektifitas kerja atau mengembangkan sesatu.[3]
  1. SUMBER MASALAH PENELITIAN
                Beberapa sumber masalah penelitian dijadikan sebagai bahan untuk memperoleh ide atau pertimbangan penentuan masalah penelitian. Beberapa sumber masalah tersebut, seperti yang diungkapkan Mc. Millan dan Schumacher, 2001; Sukarsi, 2003; diantaranya adalah :
a.          Bacaan
                Bacaan yang dapat dijadikan sumber masalah, misalnya berupa buku. Buku yang memuat generalisasi dari teori-teori bahasa dapat dijadikan acuan dalam menetapan masalah. Teori yang berupa prinsip-prinsip umum dapat diaplikasikan dalam masalah yang lebih spesifik. Teori ini menjadi sumber masalah yang akan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian melalui penelitian secara empiris.
b.          Pertemuan ilmiah
                Masalah dapat diperoleh melalui pertemuan-pertemuan ilmiah misalnya diskusi, seminar, loka karya, dan konferensi. Dari pertemuan ilmiah tersebut dapat muncul berbagai ide penelitian dan permasalahan, yang memerlukan pemecahan melalui penelitian.
c.          Laporan hasil penelitian
                Banyak institusi yang memiliki lembaga penelitian atau perpustakan sebagai sumber informasi dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh institusi tersebut. Disamping itu jurnal-jurnal penelitian merupakan laporan hasil-hasil yang mutahir, yang dapat pula dijadikan sumber masalah penelitian. Melalui internet, informasi mengenai materi penelitian dalam jurnal dapat dengan mudah didapat. Biasanya, dalam sebuah laporan penelitian atau jurnal dapat rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut yang sekait dengan penelitian itu.
d.          Pernyataan pemegang kekuasaan
                Orang yang mempunyai otoritas ilmu, yaitu yang memiliki kepakaran, komitmen, dan kekonsistenan atas sesuatu ilmu. Orang yang memeliki otoritas ini menjadi figur atau panutan orang-orang yang memiliki ilmu dibawahnya. Sesuatu yang diugkapkan oleh pemegang otoritas ini dapat dijadikan sumber masalah penelitian. Pemeganng otoritas ini dapat bersifat formal dan nonformal. Pernyataan para pemegang otoritas ini dapat dijadikan permasalahan dan dibuktikan kebenarannya melalui penelitian.
e.                    Pengamatan
                Pengamatan yang dilakukan seseorang secara tidak direncanakan atau secara sepintas dapat melahirkan permasalahan yang sangat kaya. Melalui pengamatan, seseorang dapat mengenal kondisi aktual dilapangan yang dapat dijadikan permaslahan penelitian yang pemecahannya berguna untuk diimplementasikan sesuai dengan keadaaan terkini.
f.                    Pengalaman indiviual atau kelompok
                Pengalaman seseorang atau sekelompok orang yang didapt sepanjang waktu tertentu dapat memunculkan permasalahan yang dapat diidentifikasi sebagai permasalahan penelitian. Seseorang akan mengenali suatu permasalahan dari aktifitas rutin dan intensif. Di tempat-tempat bekerja, seseorang dapat melihat secara langsung, mengalami langsung berbagai peristiwa. Pengalaman ini tidak selamanya berdampak positif, tetapi ada kalanyaberdampak tidak seperti yang diharapkan. Ini dapat dijadikan sebagai permasalahan penelitian berdasarkan data aktual.[4]
4.       CARA MERUMUSKAN MASALAH
  1. Rumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan yang utuh. Artinya, kalimat itu memiliki kata tanya, subyek, predikat, obyek, dan keterangan. Kata Tanya yang dipakai tentu saja kata tanya yang menggambarkan problematika yang cukup besar, seperti bagaimana dan mengapa. Tetapi, tidak berati pertanyaan apa tidak boleh dipakai untuk merumuskan masalah.[5]
  2. Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
  3. Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan masalah
  4. Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesa.
  5. Rumusan masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian[6]

CONTOH RUMUSAN MASALAH
Putusan pengadilan agama bukit tinggi nomor 2056 tahun 1993 dapat di identifikasi sebagai masalah hukum, yang masuk dalam wilayah penelitian fiqih (hukum islam) dan pranata sosial; sedangkan penyuluhan agama bagi narapidana di lembaga pemasyarakatan Sukamiskin dapat diidentifikasi sebagai masalah dakwah, yang masuk ke dalam wilayah penelitian Dakwah Islamiah.
*berkenaan dengan masalah itu diajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut :
(i)                   Hukum tertulis mana yang dijadikan dasar dalam putusan pengadilan itu?
(ii)                 Hukum tidak tertulis mana saja yang dijadikan dasar dalam putusan pengadilan itu?
(iii)                 Nilai-nilai hukum mana yang digali dan ditemukan dalam putusan pengadilan itu ?[7]










DAFTAR PUSTAKA

Abrar,Ana Nadhya.2005.Terampil Menulis Proposal Penelitian komunikasi. Yogyakarta : Gajahmada University Press.
Bisri, Cik Hasan.1998.Penuntun Penyusunan Rencana Penelitian Dan Penlisan skripsi. Jakarta : PT.Logos Wacana Ilmu.
Nazir,Muh.1988.Metode Penelitian.Jakarta : Ghalia Indonesia.
Syamsuddin.Vismaia S Damaianti.2009.Metode Penelitian Pendidikan Bahasa. Bandung : Remaja Rosdakarya.



















PERUMUSAN MASALAH
MAKALAH
Disusun guna memenuhi tugas:
Mata kuliah                         : Bahasa Indonesia
Dosen pengampu                : Umum Budi Karyanto, M.Hum
stain-pekalongan
Disusun oleh:
1.       Hardinal Wijiwitopo           (2021112014)
2.       Fina Khusna                         (2021112024)
3.       Gunawan                              (20211120    )
4.       Rusdah                  (20211121    )
5.       Maftuhah                             (2021112117)
6.       Ana Kusrini                           (20211121  )
7.       Rofiqoh Yuliansah              (2021112204)

Kelas : C

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN
                                                                                                2013               


[1] Cik Hasan Bisri, Penuntn Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi, cet. Ke-1 (Ciputat: PT Logos Wacana, 1998), hlm. 25-26
[2] Ana Nadhya Abrar, Terampil menulis proposal penelitian komunikasi, cet. Ke-1 (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2005), hlm. 27-28
[3] Op.Cit., hlm.27
[4] Syamsuddin dan Vismaia S.Damaianti, metode penelitian pendidikan bahasa, (bandung : PT.remaja rosdakarya, 2009 ), hlm. 41-48
[5] Ana Nadhya Abrar, Terampil Menulis Proposal Penelitian Komunikasi, cet. Ke-1 (Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2005), hlm. 28

[6]Moh.Nazir,Metode Penelitian, cet. Ke-3 (Jakarta: Ghalia Indonesia, 1988) hlm.143-145
[7] Cik Hasan Bisri, Penuntn Penyusunan Rencana Penelitian dan Penulisan Skripsi, cet. Ke-1 (Ciputat: PT Logos Wacana, 1998), hlm.26-27

Tidak ada komentar:

Posting Komentar